http://ariscool.com/khan52gouldjlv
Create a free web page @ aris cool
  Did you create this page?
html . Created: 17 Oct 19 . Hits: 23

Penggelapan Saham Oleh Made Adi Wibawa

Kasus mengenai penyelewengan jabatan yang masih gempar dibicarakan saat ini yaitu terkait dengan Made Adi Wibawa dimana dia merupakan seorang pemegang saham terbesar daripada PT. Simasindo. Dimana penyalahgunaan jabatan tadinya terjadi mulai dari akhir tahun 2015 hingga saat ini.

Kasus penyalahgunaan jabatan ini sangat merumitkan terutama untuk PT. Simasindo. Penyalahgunaan tersara-bara ini ialah suatu gerakan yang dijalani oleh seseorang yang punya tujuan untuk kepentingan unik. Kepentingan mereka bisa kurnia pribadi, sosok lain / korporasi. Kalau tindakan ini bisa mudarat secara keuangan maka siap dianggap guna tindakan manipulasi.

Penyalahgunaan penghidupan yang dilakukan oleh Made Adi Wibawa ini terpesona dengan regenerasi SAP atas transaksi pembelian saham rumpang PT. Simasindo dengan PT. Swiss Kapital Kapital sebagai dilakukan per PT. Jatarupa.

Jadi mampu dikatakan bahwa pembelian reksadana Narada yang seharusnya terus dilakukan sambil PT. Simasindo menjadi dikerjakan oleh PT. Jatapura. Taktik ini pasti lah menjadi kekakuan karena kapital PT. Jatarupa sebenarnya daripada PT. Simasindo. Serta sesuatu yang kian janggal juga karena PT. Jatarupa swasembada sebagian gede sahamnya milik keluarga atas Made Adi W.

Untuk mengatasi sesuatu tersebut telah dibuat manifesto pada 25 Juni 2019 dimana pemilih saham popular PT. Simasindo tadi sudah dilaporkan ke polisi dengan nomor laporan yaitu Publikasi LP/B/0584/VII/2019/Bareskrim. Mengesahkan hal ini polisi sungguh mengeluarkan surah yang ditunjukkan untuk berbuat penyelidikan pada tanggal 9 Juli yang lalu.

Penyelewengan jabatan selain dari pemesanan saham tadinya dapat dilihat bahwa sebagian besar jajaran dari tata usaha PT. Simasindo tadi dikuasai oleh titisan dari Made Adi W terkait secara manajemen PT. Simasido tadi juga ada laporan yang dibuat oleh pihak Ganjaran Efek Pangkal Indonesia menurut para manajemen perusahaan tersebut. Adanya permintaan tersebut untuk melihat serta meminta RUPS dan Pesan Unit Lolos. Sehingga itu bisa melihat aliran transaksi yang jelas apakah untuk membeli reksadana Narada / untuk taktik lainnya secara lebih terbuka tentunya. Taktik itu memandang betapa leluasanya mereka menyerempet dana perusahaan padahal meronce tidak mempunyai kewenangan untuk itu.